Primbon Weton Jawa

Weton Sabtu Kliwon : Ramalan Watak, Jodoh, dan Rejekinya

Lakuning Bumi atau berlaku seperti bumi, itulah gambaran watak orang yang lahir di weton Sabtu Kliwon. Berdasarkan hitungan primbon weton Jawa, orang yang lahir di weton Sabtu Pahing memang diramalkan sebagai orang yang sabar, suka mengalah, mampu melindungi dan mengayomi, serta membimbing teman-temannya ke arah kebaikan. Mereka juga memiliki rakam Sanggar Waringin, alias memiliki keteduhan hati dan kebijaksanaan tinggi. Nah, jika kebetulan Anda memiliki weton tersebut, silakan simak pemaparan kami mengenai ramalan kepribadian dan sifat dari weton Anda berikut ini!

Weton Sabtu Kliwon

Berdasarkan hitungan atau pitung Jawa, Weton Sabtu Kliwon dianggap memiliki nilai neptu 17. Nilai neptu tersebut didapat dari penjumlah nilai pasaran Kliwon (8) dan nilai hari Sabtu (9). Dari nilai neptu inilah, primbon Jawa meramalkan laku, watak, dan karakter mereka.

Weton Sabtu Kliwon
  1. Weton Sabtu Legi
  2. Weton Sabtu Pon
  3. Weton Sabtu Wage
  4. Weton Sabtu Pahing

1. Watak, Sifat, dan Karakter Orang Weton Sabtu Kliwon

Seperti telah disebutkan di atas bahwa orang dengan weton kelahiran Sabtu Kliwon umumnya adalah orang yang rendah hati, mau mengalah, sabar, dan suka membimbing sesamanya. Lakunya seperti laku bumi, yang terkadang hanya memberi tanpa mau menerima atau meminta.

Namun, selain itu mereka juga diramalkan memiliki sifat yang lemah lembut. Mereka tidak tegaan melihat orang lain kesusahan. Jika memungkinkan, mereka akan memberikan apa yang dimilikinya untuk orang yang lebih membutuhkannya. Kedermawanan dan ketekunan adalah watak dasar baginya.

Adapun beberapa karakter buruk yang dimiliki oleh watak menurut weton Sabtu Kliwon antara lain suka membantah, tidak betah diperintah, angkuh, dan jika sudah kelewat marah sulit baginya untuk berbaikan. Jangan pernah mengecewakan atau mengkhianati kepercayaan yang diberikannya bila Anda tak ingin mendapatkan musuh abadi.

2. Kecocokan Pekerjaan

Atas segala watak, sifat, dan karakter yang ada pada dirinya, orang dengan weton kelahiran Sabtu Kliwon diyakini hanya akan cocok pada beberapa jenis pekerjaan tertentu. Wataknya yang mengayomi akan tepat bila digunakan untuk memimpin atau mengajarkan sesuatu pada orang lain. Jika menjadi guru, ia akan sabar memberikan pemahaman pada murid-muridnya sampai mereka benar-benar bisa. Oleh karena itu, kecocokan pekerjaan bagi mereka bisa diperoleh dalam profesi guru, kepala desa, dosen, ketua organisasi, atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan kepemimpinan dan pengajaran.

3. Ramalan Rejeki

Dalam urusan rejeki, primbon hitungan weton meramalkan bahwa orang dengan weton kelahiran Sabtu Kliwon umumnya adalah orang yang berkecukupan. Ia tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh penghidupan karena jalannya selalu dimudahkan.

Adapun bila seorang anak lahir di weton ini, ia juga akan membawa kebaikan dan peningkatan ekonomi dalam keluarganya. Neptunya yang terbilang besar membuat ayahnya atau seseorang yang mencari rejeki di keluarganya akan mendapatkan kemudahan dalam pekerjaannya. Hal ini terlebih bila  nilai neptu ayah atau kakaknya lebih kecil dari 17. Selengkapnya Anda bisa membaca mengenai ramalan rejeki berdasarkan kelahiran Sabtu Kliwon di sini.

4. Ramalan Jodoh dan Kecocokannya

Neptu 17 yang dimiliki weton kelahiran Sabtu Kliwon akan cocok bila disandingkan dengan jodoh yang neptu wetonnya 7, 12 atau 17. Neptu-neptu tersebut bisa diperoleh pada orang yang lahir di weton Selasa Wage, Kamis Pahing, Sabtu Kliwon, Selasa Pahing, Senin Kliwon, Rabu Legi, Minggu Pon, atau Kamis Wage. Selengkapnya tentang jodoh menurut weton bisa Anda baca di artikel ini.

Nah, demikian rangkuman tentang ramalan weton kelahiran terhadap sifat, karakter, watak, rejeki, dan jodoh, khususnya pada weton Sabtu Kliwon. Apakah Anda adalah orang yang lahir di weton ini? Apakah ramalan yang disebutkan di atas menunjukan kebenaran dan sesuai dengan yang Anda rasakan selama ini? Silakan jawab melalui kolom komentar. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Weton Sabtu Kliwon : Ramalan Watak, Jodoh, dan Rejekinya"